# Branding Gen Z: 5 Pelajaran dari Kampanye OCTO Go Dompetless

- Link: https://payamanlab.com/branding-gen-z-kampanye-octo/
- Published: 2026-10-18T11:00:00+07:00
- Author: Riza Muthohar

Branding Gen Z tidak cukup dilakukan dengan menambahkan bahasa gaul atau mengikuti
tren viral. Merek perlu memahami konteks kehidupan audiens dan menghubungkan produk
dengan kebutuhan yang benar-benar relevan.

Salah satu contoh datang dari CIMB Niaga melalui kampanye OCTO “Go Dompetless, Wear
Pocketless”, yang diperkenalkan dalam rangkaian Kejar Mimpi FEST 2026. Laporan Marketing-
Interactive pada 15 Oktober menyebut kampanye ini melibatkan girl group MARBLES 
dan menyasar konsumen Indonesia berusia 17–27 tahun, terutama mahasiswa dan pekerja
awal karier. Fashion digunakan sebagai medium komunikasi agar layanan digital terasa
lebih dekat dengan gaya hidup dan ekspresi diri anak muda.

_Sumber berita:_ [Marketing-Interactive — OCTO goes ‘dompetless’ and ‘pocketless’ in youth-focused campaign](https://production.marketing-interactive.com/octo-goes-dompetless-and-pocketless-in-youth-focused-campaign).

## Mengapa kampanye ini menarik dari sudut branding?

Alih-alih hanya menonjolkan fitur aplikasi, kampanye menghubungkan transaksi digital
dengan gagasan gaya hidup tanpa dompet dan pakaian tanpa kantong. Ide ini mudah 
diterjemahkan ke visual, fashion, slogan, dan aktivasi. Namun, daya tarik kreatif
tidak otomatis membuktikan kenaikan pengguna atau transaksi; hasil bisnis perlu 
diukur secara terpisah.

![Peluncuran kampanye OCTO Go Dompetless Wear Pocketless bersama MARBLES di Kejar
Mimpi FEST](https://payamanlab.com/wp-content/uploads/2026/10/octo-kejar-mimpi-fest-
warta-ekonomi.jpg)

Peluncuran kampanye OCTO di Kejar Mimpi FEST 2026. Foto: Sufri Yuliardi/Warta Ekonomi—
[sumber foto](https://wartaekonomi.co.id/gallery-10197/cimb-niaga-perkenalkan-octo-di-kejar-mimpi-fest-2026).

## 5 pelajaran branding Gen Z untuk bisnis

### 1. Mulai dari insight audiens

Pahami kebiasaan, kebutuhan, dan hambatan pelanggan sebelum menentukan konsep. Jangan
menganggap semua Gen Z memiliki gaya hidup atau kemampuan finansial yang sama. Gunakan
riset, percakapan pelanggan, dan observasi untuk menguji asumsi.

### 2. Bangun ide yang mudah divisualisasikan

Ide yang kuat dapat diterjemahkan ke video pendek, foto, slogan, materi digital,
atau pengalaman langsung. Pastikan konsep tetap memiliki hubungan dengan manfaat
produk; ide yang ramai tetapi tidak menjelaskan brand berisiko menjadi hiburan semata.

### 3. Pilih kolaborator yang relevan

Kreator dan figur budaya dapat membantu merek menjangkau komunitas tertentu. Pilih
berdasarkan kecocokan nilai, audiens, gaya komunikasi, dan kredibilitas, bukan jumlah
pengikut saja.

### 4. Ciptakan pengalaman di luar layar

Aktivasi, acara, merchandise, atau kolaborasi komunitas dapat memperluas pengalaman
brand. Bisnis kecil tidak perlu meniru skala perusahaan besar; kegiatan sederhana
pun dapat bermakna jika sesuai dengan identitas merek.

### 5. Hubungkan perhatian dengan tujuan bisnis

Untuk awareness, pantau jangkauan, pencarian nama brand, dan kualitas percakapan.
Untuk akuisisi, ukur kunjungan ke halaman produk, pendaftaran, prospek, atau konversi.
Jangan menyamakan konten viral dengan peningkatan penjualan tanpa data pendukung.

## Branding yang relevan harus tetap autentik

Pelajaran utama dari kampanye OCTO adalah pentingnya menghubungkan layanan dengan
budaya dan gaya hidup audiens. Prinsip ini dapat diterapkan pada bisnis kuliner,
fashion, pendidikan, jasa digital, maupun UMKM, selama insight dan eksekusinya sesuai
dengan karakter brand masing-masing.

Branding yang kuat bukan hanya membuat orang melihat sebuah merek. Branding membantu
audiens memahami, mengingat, dan mempercayai alasan memilihnya.

## Contoh penerapan untuk bisnis kecil

Prinsip branding berbasis insight dapat digunakan tanpa anggaran kampanye besar.
Sebuah kedai kopi, misalnya, dapat meneliti kebiasaan pelanggan yang bekerja dari
kafe lalu mengembangkan pesan tentang ruang produktif. Penyedia kursus dapat menyoroti
kebutuhan siswa akan jadwal yang fleksibel, sedangkan bisnis jasa digital dapat 
menjelaskan bagaimana layanan membantu pemilik usaha menghemat waktu.

Dalam setiap contoh, konsep kreatif harus tetap terhubung dengan manfaat yang benar-
benar tersedia. Jangan menjanjikan pengalaman, diskon, atau fitur yang tidak dapat
dipenuhi. Gunakan uji coba kecil untuk mengetahui pesan mana yang paling dipahami
audiens.

  |  Tujuan branding |  Contoh indikator |  Catatan |  
   |  Awareness |  Jangkauan dan pencarian nama brand |  Ukur pada periode yang konsisten |  
 |  Engagement |  Simpan, bagikan, komentar relevan |  Nilai kualitas, bukan jumlah saja |  
 |  Akusisi |  Prospek, pendaftaran, konversi |  Hubungkan dengan sumber kampanye |

## Ringkasan lima prinsip yang bisa diterapkan

 1. Teliti kebutuhan audiens sebelum menentukan ide.
 2. Pastikan konsep kreatif terhubung dengan manfaat produk.
 3. Pilih kreator yang relevan dengan komunitas sasaran.
 4. Rancang pengalaman yang konsisten di kanal online dan offline.
 5. Ukur hasil sesuai tujuan awareness, engagement, atau akuisisi.

Prinsip ini membantu tim mengubah tren menjadi keputusan komunikasi yang terencana,
bukan sekadar mengejar perhatian sesaat.

## Pertanyaan umum tentang branding Gen Z

### Apakah semua brand harus mengikuti tren Gen Z?

Tidak. Brand perlu memprioritaskan audiens yang memang ingin dijangkau. Tren hanya
relevan jika sesuai dengan identitas dan manfaat produk.

### Apakah kolaborasi dengan influencer menjamin kampanye sukses?

Tidak. Kesesuaian audiens, pesan, kualitas eksekusi, dan pengukuran hasil tetap 
penting.

### Bagaimana membedakan viral dengan hasil branding?

Viral biasanya menggambarkan tingginya perhatian. Hasil branding perlu dilihat melalui
indikator yang sesuai tujuan, seperti ingatan merek, pertimbangan, pencarian brand,
atau konversi.

Pelajari juga pendekatan [nostalgia branding](https://payamanlab.com/nostalgia-branding-tren-identitas-merek/)
dan layanan [corporate branding Payaman Lab](https://payamanlab.com/corporate-branding/).

## Kembangkan strategi branding bersama Payaman Lab

Payaman Lab membantu bisnis menyusun strategi branding, pemasaran digital, dan produksi
konten yang relevan dengan audiens serta tujuan bisnis. Mulailah dari pemahaman 
pelanggan, positioning yang jelas, pesan yang konsisten, dan pengukuran hasil.

**Ingin membangun branding yang lebih relevan?** Kunjungi [Payaman Lab](https://payamanlab.com/)
untuk mengenal layanan kami.

Gambar utama: Marketing-Interactive, [sumber foto kampanye](https://production.marketing-interactive.com/octo-goes-dompetless-and-pocketless-in-youth-focused-campaign).
Gambar badan: Sufri Yuliardi/Warta Ekonomi, [sumber foto](https://wartaekonomi.co.id/gallery-10197/cimb-niaga-perkenalkan-octo-di-kejar-mimpi-fest-2026).
Atribusi tidak otomatis menggantikan izin penggunaan foto.
